Jangan Rendah Diri Karena CBL

Yayuk Amirotin, S. Pd (Duki No. 126)
Guru SD Negeri Wlingi 01, ┬áKabupaten Blitar – Jawa Timur

Komik yang bercerita tentang apa itu CBL (Celah Bibir dan Langit-langit) yang kerap disebut sebagai bibir sumbing. Bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan terbelahnya bibir sebelah kanan, kiri atau tengah. Setelah memeriksakan kandungan ke dokter, Bu Aminah menangis sedih sebab anaknya akan lahir dengan bibir sumbing. Ia khawatir akan nasib anaknya kelak. Apalagi pendapatan suami Bu Aminah pas-pasan. Dan sesuai hasil pemeriksaan dokter, anak Bu Aminah terlahir dengan bibir sumbing. Namanya Anita. Hari-hari Bu Aminah dipenuhi dengan kekesalan karena bayinya itu. Namun bagaimana pun juga, ia adalah ibu dari bayinya, sehingga Bu Aminah tidak tega saat mendengar suara tangis bayinya. Bu Anita pun mulai mau mengurus dan menyusui bayinya. Saat usia sekolah, Anita menjadi anak yang rendah diri karena sering diejek oleh teman-temannya, bahkan disebut sebagai Anita monster. Sampai di rumah, Anita menangis dan tidak mau bersekolah lagi. Bu Aminah dan Pak Anto segera mencari solusi agar anak mereka tidak diejek lagi oleh teman-temannya.  Kelainan bibir sumbing dapat diatasi dengan operasi sambung bibir. Akhirnya, bibir Anita menjadi bagus dan ia mulai memiliki keperayaan diri.

Dari penggalan cerita tersebut, banyak pelajaran yang dapat kita peroleh, di antaranya:

  • Seorang ibu maupun orang tua harus selalu menerima kelahiran anaknya bagaimana pun keadaannya.
  • Tidak boleh merasa rendah diri apabila memiliki kekurangan.
  • Tidak boleh mengejek/menghina penderita bibir sumbing.
  • Selalu bersyukur terhadap Tuhan YME karena diberikan kesempurnaan fisik.

Adanya komik ini adalah metode baru cara mendidik anak agar tidak rendah diri apabila memiliki kekurangan serta tidak boleh menghina kepada penderita bibir sumbing. Bibir sumbing dapat diatasi dengan operasi sambung bibir.